4 Terlalu Dalam Kehamilan

Published 27/04/2012 by sriwahyanti

Menurut data Kemenkes (2011) ada sekitar 65 % ibu hamil yang mengalami salah satu atau lebih dari kriteria 4 T. Kondisi ini bisa meningkatkan resiko terjadinya komplikasi pada bayi dan ibu pada saat hamil dan melahirkan. Kondisi yang sebetulnya bisa dicegah tapi sampai saat ini masih banyak kita temukan di masyarakat.

1  Terlalu Muda (Hamil Usia < 20 tahun)

Menurut Sitanggang et al. (2003), umur adalah lama waktu hidup atau ada (sejak dilahirkan atau diadakan). Wiknjosastro (2005) dalam kaitannya dengan hamil dan melahirkan mengelompokkan umur menjadi 2 yaitu umur yang aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20-30 tahun dan umur yang tidak aman  yaitu < 20 tahun dan > 30 tahun.

Berdasarkan ciri-ciri setiap masa periode perencanaan keluarga usia reproduksi menurut Saifudin (2006), terbagi 3 macam yaitu:

1.1       Masa menunda kesuburan (kehamilan) dibawah 20 tahun.

1.2       Masa mengatur kesuburan (menjarangkan kehamilan) 20-30 tahun.

1.3       Masa mengakhiri kesuburan (tidak hamil lagi) diatas 30 tahun.

Kehamilan terlalu muda beresiko bagi ibu dan juga bagi janinnya. Resiko bagi ibu antara lain adalah perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. Lebih mudah untuk mengalami abortus, kelahiran prematur, eklampsia/preeklamsia dan persalinan yang lama.Kemungkinan yang bisa dialami oleh janin yaitu lahir prematur, BBLR (berat saat lahir < 2500 gram) dan cacat janin.

Kehamilan di usia muda beresiko tinggi karena saat itu ibu masih dalam proses tumbuh akan terjadi kompetisi makanan antara janin dan ibunya sendiri yang masih dalam masa pertumbuhan dan adanya perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan (Soetjiningsih, 1995).

Menurut Manuaba (1998), Penyulit pada kehamilan remaja lebih tinggi dibandingkan kurun waktu sehat antara 20 sampai 30 tahun. Keadaan ini disebabkan belum matangnya alat reproduksi untuk hamil, sehingga dapat merugikan kesehatan ibu maupun perkembangan dan pertumbuhan janin. Keadaan tersebut akan makin menyulitkan bila ditambah dengan tekanan (stress) psikologis dan sosial ekonomi.

2     Terlalu Tua (Hamil Usia > 35 tahun)

Umur ibu juga mempengaruhi kapasitas tropiknya, sehingga pada ibu dengan umur lebih tua cenderung mempunyai bayi yang  berat badannya lebih rendah. Pada umur 35 tahun atau lebih, kesehatan ibu sudah menurun, akibatnya ibu hamil pada usia itu mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mempunyai anak cacat, persalinan lama dan perdarahan.

Selain itu, hal yang paling dikhawatirkan jika usia ibu diatas 35 tahun ialah kualitas sel telur yang dihasilkan juga tidak baik. Ibu yang  hamil pada usia ini punya resiko 4 kali lipat dibanding sebelum usia 35 tahun (Praputranto, 2005).

3     Terlalu Rapat (Jarak Kehamilan < 2 tahun)

Menurut Agus dalam Praputranto (2005), kehamilan dengan jarak diatas 24 bulan sangat baik buat ibu karena kondisinya sudah normal kembali. Berbagai riset telah menunjukkan bahwa jika jarak kehamilan terjadi di bawah dua tahun, maka risiko kematian ibu dan bayi mencapai 50 pesen.

Jarak kehamilan terlalu pendek akan sangat berbahaya, karena organ reproduksi belum kembali kekondisi semula. Selain kondisi energi ibu juga belum memungkinkan untuk menerima kehamilan berikutnya. Keadaan gizi ibu yang belum prima ini membuat gizi janinnya juga sedikit, sehingga pertumbuhan janinnya tak memadai yang dikenal dengan pertumbuhan janin terhambat. Selain berat janin rendah, kemungkinan kelahiran prematur juga bisa terjadi pada kehamilan jarak dekat, terutama bila kondisi ibu juga belum begitu bagus (Praputranto, 2005)

Menjaga jarak antar kehamilan memiliki beberapa tujuan, di antaranya adalah:

1.1       Memberikan waktu istirahat untuk mengembalikan otot-otot tubuhnya seperti semula. Untuk memulihkan organ kewanitaan wanita setelah melahirkan. Rahim wanita setelah melahirkan, beratnya menjadi 2 kali lipat dari sebelum hamil. Untuk mengembalikannya ke berat semula membutuhkan waktu sedikitnya 3 bulan, itu pun dengan kelahiran normal. Untuk kelahiran dengan cara caecar membutuhkan waktu lebih lama lagi.

1.2       Menyiapkan kondisipsikologis ibu yang mengalami trauma pasca melahirkan karena rasa sakit saat melahirkan atau saat dijahit. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat wanita siap lagi untuk hamil dan melahirkan.

Bagi wanita dengan riwayat melahirkan secara caecar, bayi lahir cacat, pre eklamsia, dianjurkan untuk memberi jarak antar kehamilan yang cukup. Karena mereka memiliki resiko lebih besar daripada wanita dengan riwayat kelahiran normal.

1.3       Supaya bayi yang sudah lahir mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya.

4     Terlalu Banyak (Anak > 3)

Setiap kehamilan yang disusul dengan persalinan akan menyebabkan perubahan-perubahan pada uterus. Kehamilan yang berulang akan mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah dinding uterus yang mempengaruhi sirkulasi nutrisi ke janin dimana jumlah nutrisi akan berkurang bila dibandingkan dengan kehamilan sebelumnya. Keadaan ini menyebabkan gangguan pertumbuhan janin (Prawirohardjo,1999).

Pada kehamilan rahim ibu teregang oleh adanya janin, bila terlalu sering melahirkan, rahim akan semakin lemah. Bila ibu telah melahirkan 4 orang anak atau lebih, maka perlu diwaspadai adanya gangguan pada waktu kehamilan, persalinan, dan nifas (Depkes, 1999).

Faktor multipara sampai grandemultipara dapat merupakan penyebab kejadian varises yang dijumpai pada saat hamil di sekitar vulva, vagina, paha, dan tungkai bawah (Manuaba, 1998). Resiko terjadinya persalinan yang lama, abortus, kelahiran prematur dan BBLR juga semakin meningkat.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: